JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
     
           
  KEONG DALAM AKUARIUM
 
 

Jika kita perhatikan pada akuarium, apalagi yang bertemakan aquascape, terkadang akan terlihat keong-keong yang berkembang biak semakin lama semakin banyak. Ada beberapa jenis keong yang umumnya menghuni suatu akuarium, dari keong yang sengaja dipelihara untuk membersihkan lumut dan daun mati, yang biasanya berukuran besar dan berwarna menarik, dan ada juga yang dianggap sebagai hama pengganggu karena dengan jumlahnya yang kian hari semakin banyak akan mengganggu keindahan dari suatu komunitas akuarium, yang biasanya berukuran lebih kecil. Dalam penulisan ini, yang akan dibahas adalah keong-keong yang umumnya dianggap sebagai hama pengganggu.

Keong – keong yang dianggap / sebagai hama pengganggu tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

 
           
  Keong Dahan (Gilled Snails) :  
 
Keong ini murni hidup di dalam air, berkembang biak dengan meletakan / menempelkan telurnya pada bagian-bagian tanaman air dan bebatuan. Keong ini hidup, mencari makan dan melakukan aktifitasnya sehari-harinya pada dahan-dahan dan dedaunan tanaman air.
 
           
  Keong Terompet (Malayan Livebearing Snails) :    
 
Keong ini hidup, mencari makan, dan melakukan aktifitasnya di dasar akuarium, di permukaan dan dibawah gravel (bebatuan / pasir dasar akuarium). Keong ini dapat dianggap hama, tetapi juga dapat menguntungkan suatu ekosistem akuarium karena keong ini akan memakan habis sisa-sisa dedaunan mati, sisa-sisa makanan yang jatuh atau masuk ke celah-celah gravel, yang tentunya akan membuat dasar akuarium bersih, yang secara tidak langsung dapat mengurangi tingkat / kadar amonia dalam air.
 
           
  Keong Terompet Tanduk (Ramshorn Snails)    
 
Keong ini berbentuk seperti terompet yang melingkar seperti tanduk, warna cangkangnya bervariasi, dari warna putih susu, putih bening, merah bening, dan transparan. Keong ini lebih sering terlihat menempel pada dinding kaca akuarium.
 
           
 

Sebenarnya, keong-keong tersebut di atas tumbuh dan berkembang biak hanya karena adanya suatu kondisi lingkungan yang mendukungnya. Keong-keong ini merupakan bagian dari suatu ekosistem karena selain mengganggu keindahan akuarium (dalam jumlah banyak), keong-keong ini memberikan sisi positif dengan membantu memakan sisa-sisa makanan ikan dan dedaunan mati. Jadi dalam menyikapi kehadiran keong-keong tersebut, kita hanya perlu berpikir bahwa keong-keong tersebut adalah bagian dari komunitas akuarium apalagi yang bertemakan aquascape, yang memang perlu dijaga tingkat pertumbuhan / perkembang-biakan / populasinya.

 
           
           
 

Fendy Surya Lukito
 
 
( Foto Credit : Natural Aquarium )
 
           
 
 
     
© Jelambar Aquatic Life