JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
       
AKUARIUM BERUKURAN KECIL  
 

Dengan semakin berkembangnya jumlah penggemar ikan hias, para penjual media untuk memelihara ikan hias (akuarium) pun turut berkembang, diantaranya media untuk memelihara ikan hias (akuarium) dengan ukuran kecil (mini tank) bahkan sampai ke ukuran lebih kecil lagi (nano tank).

Akuarium berukuran kecil ini sebagian dipajang dengan penataan yang menarik dan sudah dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai seperti lampu, filter, dan hardscape-nya. Oleh karena mempunyai bentuk dan penataan yang menarik inilah banyak orang termasuk yang masih awam dalam memelihara ikan hias tertarik untuk memiliki dan membelinya.

Yang menjadi pertanyaan adalah “Apakah akuarium berukuran kecil ini cocok untuk memelihara ikan hias?”, jawabannya bisa cocok, bisa juga tidak, dikarenakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan hias pada akuarium berukuran kecil. Hal-hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
 
         
Akuarium berukuran kecil memiliki kelebihan :
1.
Harga relatif murah, sehingga siapapun dapat memilikinya.
2.
Perlengkapan pendukungnya mempunyai kapasitas yang kecil (filter, lampu, dll.) sehingga harganya lebih terjangkau dan hemat listrik.
3.
Pelengkap kebutuhan (hardscape) yang sedikit (pasir dasar, kayu-kayuan, batu dekor, dll.), sehingga harganya lebih terjangkau dan hemat biaya.
4.
Mudah diletakan dimana saja sesuai dengan keinginan.
5.
Mudah merawat dan membersihkannya.
 
           
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
1.
Akuarium berukuran kecil membutuhkan rutinitas perawatan dan perhatian lebih banyak dibandingkan dengan akuarium berukuran besar, dimana kita jangan berpikir bahwa akuarium berukuran kecil ini dapat di”diam”kan saja dalam jangka waktu yang lama tanpa perawatan. Hal ini dikarenakan volume air yang kecil sangat mudah terpengaruh oleh perubahan faktor-faktor dalam air itu sendiri seperti kimia air, suhu air, oksigen terlarut, karbondioksida terlarut, dan lain-lain, yang dapat mempengaruhi kondisi dan kualitas air dengan waktu yang relatif cepat, mulai dari hitungan beberapa jam hingga beberapa menit saja. Jika hal ini tidak diperhatikan akan berakibat fatal bagi ikan hias yang dipelihara.
2.
Kepadatan penghuni (fauna) akuarium berukuran kecil tersebut. Setiap fauna dalam air (ikan, udang, siput, dll.) memiliki batasan kebutuhan faktor penunjang hidupnya masing-masing, seperti jumlah oksigen yang dibutuhkan, jumlah kadar ammonia yang sedikit atau bahkan "nol", dan lain-lain. Oleh karena itu hindari memelihara fauna air dalam jumlah yang terlalu banyak (padat) dalam satu akuarium berukuran kecil.
3.
Jumlah ammonia yang berasal dari akumulasi kotoran dan sisa-sisa makanan ikan yang berlebih akan sangat dan mudah mempengaruhi kondisi air, dimana kadar ammonia yang berlebih akan membuat ikan keracunan dan mati. Oleh karena itu perlu dilakukan penggantian air yang cukup sering walaupun tersedia filter, mengingat filter untuk akuarium berukuran kecil ini mempunyai kapasitas yang sangat terbatas, dan biasanya tidak tersedia fungsi bio-filter nya.
4.
Di alam tempat habitatnya, ikan hidup dengan lingkungan yang luas dan memiliki ekosistem yang baik. Kondisi dan kualitas air selalu terjaga karena adanya hujan, arus air. dan tanaman-tanaman air. Oleh karena itu lebih baik memilih akuarium berukuran kecil dengan ukuran terbesar dari sekian pilihan ukuran akuarium berukuran kecil yang kita inginkan, dan akan lebih baik apabila sudah ada padanan perlengkapannya seperti filter, mesin aerasi (aerator), dan lampu. Beberapa penjual biasanya sudah menjual akuarium ini sepaket dengan perlengkapannya.
 
           
Pilihan Ikan

Tidak banyak jenis ikan yang dapat bertoleransi (dalam rentang waktu tertentu) dengan kondisi lingkungan (habitat) akuarium yang terlalu kecil. Pilihlah jenis ikan berukuran kecil yang mudah dipelihara dan tidak (cepat) tumbuh menjadi besar, pilihlah jenis ikan yang sudah terkenal mempunyai daya tahan yang baik dan mudah beradaptasi terhadap lingkungan, dan pilihlah jenis ikan yang tidak banyak mengeluarkan kotoran, karena hal ini akan mempercepat penumpukan ammonia dalam air, pilihlah jenis ikan yang tidak mudah atau mempunyai kebiasaan melompat, serta hindarkan membeli ikan yang bersifat predator apabila akuarium berukuran kecil ini akan digunakan sebagai community tank. Contoh jenis ikan yang biasa dipelihara dalam akuarium berukuran kecil adalah dari jenis Guppy, Platy, dan Molly.
 
           
Tips :
1.
Pilih akuarium berukuran kecil yang tidak terlalu kecil (atau kecil sekali) dan tidak berbentuk bulat (bowl), karena hal ini akan menyulitkan penempatan perlengkapan akuarium seperti filter, lampu, kipas pendingin (fan), dan lain-lain.
2.
Pilih perlengkapan akuarium sesuai dengan kapasitas (output) sesuai dengan kebutuhan kapasitas penggunaan akuarium itu sendiri, seperti filter, mesin aerasi, lampu, kipas pendingin (fan), dan lain-lain.
 
 


 
3.
Pilih filter yang setidaknya memiliki fungsi biologis (bio-filter) yang dapat membantu memecah senyawa ammonia (racun bagi ikan), dan sebaiknya dari jenis filter eksternal, hal ini dikarenakan filter eksternal tidak banyak menyita ruang dalam akuarium.
4.
Pilih mesin aerasi (aerator) dengan kapasitas kecil, hal ini dikarenakan apabila gelembung oksigen yang dihasilkan cukup besar akan membuat air berombak (berarus kuat). Penggunaan batu angin (air stone) dengan ukuran kecil dan berlubang halus akan dapat membantu mengurangi riak dari gelombang yang dihasilkan mesin aerasi, dan juga dapat membantu proses oksigen terlarut dalam air dengan lebih baik.
5.
Bagi yang masih awam (pemula) dalam hal memelihara ikan sebaiknya tidak menggunakan akuarium berukuran kecil ini untuk memelihara ikan.
 
 

 
           
           
Oleh : Fendy Surya Lukito
(Dimuat pada Majalah Ikan Hias Indonesia "D'Fishes" Edisi No.20 bulan Juni 2009 - direvisi pada Mei 2015)
 
Foto Credits : amazon.com, petsburgonline, shopmania
 
           
 
           
© Jelambar Aquatic Life