JELAMBAR AQUATIC LIFE
   
       
AKUARIUM MINI (NANO AQUARIUM)  
 

Dengan semakin berkembangnya jumlah penggemar ikan hias, para penjual perlengkapan / media untuk memelihara ikan hias pun turut berkembang. Sekarang ini lebih mudah memperoleh perlengkapan tersebut, bahkan dapat diperoleh dibeberapa supermarket. Jika kita lihat diantara perlengkapan tersebut terdapat akuarium-akuarium yang berukuran kecil, bahkan mini, dengan berbagai bentuk yang indah dan menarik.

Akuarium mini ini sebagian dipajang dengan penataan yang menarik dan sudah dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai, dan ada juga yang tidak (polos). Dikarenakan mempunyai bentuk dan penataan yang menarik, banyak orang termasuk yang masih awam dalam memelihara ikan hias tertarik untuk memiliki dan membelinya. Yang menjadi pertanyaan adalah “Apakah akuarium mini cocok untuk memelihara ikan hias?”. Jawabnya bisa cocok, bisa juga tidak. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam memelihara ikan hias pada akuarium mini (kecil), yakni,
 
         
Akuarium mini memiliki kelebihan sbb. :

Harganya relatif murah, sehingga siapapun dapat memilikinya.

Perlengkapan pendukungnya mempunyai kapasitas yang kecil (filter, lampu, dll.) dan pelengkap kebutuhan yang sedikit (pasir dasar, kapas filter, dll), sehingga harganya pun menjadi terjangkau.

Konsumsi listrik lebih kecil, dan konsumsi air lebih sedikit, sehingga lebih hemat biaya.

Dapat dengan mudah diletakan dimana saja sesuai dengan keinginan.

Lebih mudah membersihkannya.
 
           
Akuarium mini memiliki kekurangan sbb. :

Membutuhkan frekuensi perawatan dan perhatian lebih banyak dibandingkan dengan akuarium ukuran besar. Oleh karena itu lebih baik jangan membelinya apabila berpikiran bahwa akuarium mini ini dapat di”diam”kan saja dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dikarenakan volume air yang kecil sangat mudah terpengaruh oleh perubahan beberapa faktor seperti kimia air, suhu, dan jumlah ikan yang dipelihara, yang dapat mempengaruhi kondisi air dengan waktu yang relatif cepat, mulai dari beberapa jam hingga beberapa menit. Jika hal ini tidak diperhatikan akan berakibat fatal bagi ikan hias yang kita pelihara.

Jumlah ammonia yang berasal dari akumulasi kotoran dan sisa-sisa makanan ikan yang berlebih akan sangat dan mudah mempengaruhi kondisi air. Dimana kadar ammonia yang berlebih akan membuat ikan keracunan dan mati. Oleh karena itu perlu dilakukan penggantian air yang cukup sering walaupun tersedia filter, mengingat filter untuk akuarium mini ini mempunyai kapasitas yang sangat terbatas, dan biasanya tidak tersedia fungsi bio-filter nya.
 
           
Di alam tempat habitatnya, ikan hidup dengan lingkungan yang luas dan memiliki ekosistem yang baik. Kondisi air selalu terjaga karena adanya hujan, arus air. dan tanaman-tanaman air. Oleh karena itu lebih baik memilih akuarium mini dengan ukuran terbesar dari sekian pilihan ukuran akuarium mini yang kita inginkan, dan akan lebih baik apabila sudah ada padanan perlengkapannya seperti filter, mesin aerasi, dan lampu. Beberapa penjual biasanya sudah menjual akuarium ini sepaket dengan perlengkapannya.
 
           

Pilihan Ikan

Tidak banyak jenis ikan yang dapat bertoleransi (dalam rentang waktu tertentu) dengan kondisi lingkungan akuarium yang terlalu kecil / mini.  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni,

Pilihlah jenis ikan yang sudah terkenal mempunyai daya tahan yang baik dan mudah beradaptasi terhadap lingkungannya (guppy, zebra danio, white cloud mountain minnow, platy, dll).

Pilihlah jenis ikan yang mudah dipelihara (guppy, zebra danio, white cloud mountain minnow, platy, dll).

Pilihlah jenis ikan yang tidak banyak mengeluarkan kotoran, karena hal ini akan mempercepat penumpukan ammonia.

Pilihlah jenis ikan yang berukuran kecil dan tidak / cepat tumbuh menjadi besar  (guppy, zebra danio, white cloud mountain minnow, platy, dll).

 
           

Tips :

Pilihlah akuarium dengan ukuran yang tidak terlalu mini dan tidak berbentuk bulat (bowl), karena hal ini akan menyulitkan penempatan perlengkapan akuarium seperti filter, lampu, maupun kipas angin pendingin (fan).

Pilihlah perlengkapan akuarium sesuai dengan kapasitas ukuran akuarium, seperti filter, mesin aerasi, lampu dan kipas angin pendingin (fan). Kipas angin pendingin digunakan sesuai kebutuhan.

 
 


 
Pilihlah filter yang setidaknya mempunyai sistem biologis (bio-filter) dan sebaiknya yang eksternal karena filter eksternal tidak banyak menyita ruang dalam akuarium.

Pilihlah mesin aerasi dengan kapasitas kecil karena apabila gelembung oksigen yang dihasilkan cukup besar akan membuat air berombak atau berarus kuat. Penggunaan batu angin dengan ukuran kecil dan berlubang halus akan sangat membantu.

Bagi yang masih awam sebaiknya tidak menggunakan akuarium mini sebagai tempat untuk ber”aquascaping” karena tingkat kesulitannya cukup tinggi. Jika ingin mendekor sebaiknya gunakan tanaman buatan (artificial) saja ditambah dengan pasir dan kayu (bogwood).
 
           
           
 
Fendy Surya Lukito
(Dimuat pada Majalah Ikan Hias Indonesia "D'Fishes" Edisi No.20 bulan Juni 2009)
 
Foto Credits : amazon.com, petsburgonline, shopmania
 
           
 
           
© Jelambar Aquatic Life